Ku lihat seorang nenek tua sedang berjualan gorengan di pinggir jalan ,di tengah teriknya Raja siang yang menyengat kuLit,keringat bercucuran,sesaat nenek itu mengusap keringatnya dengan sapu tangan kecil.Dengan suara sedikit serak nenek itu menawarkan gorengannya pada seorang yang lewat di sekitar jalan itu.
nenek itu hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil di sudut kota.nenek itu hidup sendiri karena keluarganya menghilang,yang terpisah karena bencana banjir bandang beberapa tahun lalu.dalam setiap saat nenek itu berdoa pada Allah,jika Anaknya masih hidup,nenek ingin dipertemukan dengan anaknya.dan jika Allah belum mempertemukan kami,maka berilah anakku kesuksesan.doa itulah yang senantiasa terucap dari mulut nenek tua itu.
setelah berjam-jam nenek itu berjualan tak seorangpun membelinya.dengan penuh harapan supaya gorengannya laku,nenek itu berfikir untuk berjualan berkeliling di seputaran perumahan.
Langkah kaki nenek tua,yang tertatih – tatih,keringat membasahi keningnya,serta cara berjalan yang tak mampu tegap,membuat orang lain merasa iba dengannya,nenek tua yang seharusnya bisa menikmati masa tuanya dengan kebahagiaan.tanpa bekerja begitu kerasnya.kenapa harus bekerja sedemikian kerasnya.
Selangkah demi selangkah nenek itu berjalan.di sudut pertigaan jalan.disana ada sekelompok tukang ojek yang menunggu penumpang.salah satu tukang ojek memenggil nenek tua.nek beli gorengannya donk………! Kemudian nenek itu menghampirinya.dalam hatinya dia mengucap syukur karena dagangannya sedikit laku.setelah para tukang ojek membeli gorengan,nenek itu melanjutkan kelilingnya.
Setelah berjalan sejauh 2Km.nenek itu berhenti sejenak untuk istirahat di depan pintu pagar rumah pengusaha kaya.muka nenek itu sedikit memucat,tubuhnya sedikit gemetaran,karena sejak pagi nenek itu belum makan.seharian hanya minum sebotol air yang ada di bawah tempat gorengan.setelah beberapa menit,keluarlah seorang gadis cantik dari rumah itu.Gadis itu melihat nenek tua di depan rumahnya.Gadis itu menghampiri nenek yang wajahnya pucat tak berdaya.Dia kasihan melihat nenek yang hampir pingsan di depan rumahnya.gadis bertanya”nek…..kenapa nek…wajah nenek pucat banget…?nenek istirahat ya,kelihatannya nenek sedang sakit…?
Nenek menjawab”gak papa kok neng,nenek baik-baik saja”
Gadis:”ya Allah nek,muka nenek pucat,tubuh nenek gemetaran. rumah nenek dimana?nanti saya antarkan pulang.
Sebelum nenek itu menjawab pertanyaan si Gadis ,nenek pingsan,tubuhnya melemas tak berdaya.seketika gadis itu teriak-teriak minta tolong,kemudian satpam datang menolong nenek itu dan membawa ke rumah pengusaha kaya.
Setelah beberaba jam,nenek sadar dan perlahan membuka matanya..”dimana saya?tanya si nenek tua.”nenek ada di rumah saya”jawab si gadis dengan membawa sepiring makanan buat si nenek.
Gadis cantik itu dengan penuh kasih sayang menyuapi nenek itu,tanpa sepengetahuan nenek tiba-tiba gadis itu meneteskan air mata yang telah terbendung di kelopak matanya.perasaan rindu akan sosok seorang nenek.karena sejak kecil gadis itu belum pernah bertemu dengan neneknya.
Beberapa saat suara klakson berbunyi Din……….. din…..din…!Gadis itu berkata”Ayahku pulang……! Sebentar ya nek…saya mau bukain pintu ayah dan ibuku pulang.”iya neng” jawab nenek.
Setelah pintu dibuka,Gadis itu bercerita dengan Ayahnya bahwa di kamarnya ada seorang nenek penjual gorengan yang sedang istirahat.karena tadi siang pingsan di depan rumahnya.dengan penuh empati,ayah dan ibunya bergegas menuju kamar si gadis untuk melihat kondisi nenek itu.
Terkejut melihat nenek itu,Ayahnya seolah terpaku,dan berkata “iiiibbbuuuu……..ibuuuuu……..!nenek menjawab”siapa kamu?”Ayahnya yakin kalau itu ibunya karena ada tahi lalat di hidung nenek itu,serta ibu jari nenek yang terpotong akibat sakit saat Ayah gadis itu masih kecil.seketika Ayahnya langsung memeluk dan menangis di pangkuan nenek itu..berkata”Ibu…….ibu….ternyata ibu masih hidup,setelah puluhan tahun terpisah ibu….! Bambang merindukanmu ibu……”nenek pun terkejut dan menangis,,anakku….!apa benar kamu Bambang anakku….”iya bu…benar,saya Bambang anakmu…(nada haru menyelimuti kamar itu).
Ibu dan gadis itu bingung dengan apa yang Ayah lakukan tak mengerti sedikitpun.Gadis berkata”kenapa Ayah panggil nenek ini Ibu?apa maksudnya?Ibu”iya Ayah,sebenarnya ini kenapa?
Kemudian ayahnya menjelaskan kepada anak dan istrinya tentang kejadian bencana banjir bandang sekitar 25 tahun yang lalu.banjir bandang yang menewaskan banyak korban di desanya,hingga seluruh keluarganya hanyut terbawa air.yang Ayahnya pikir ibunya sudah meninggal,ternyata kini telah hadir di hadapannya.sungguh keajaiban yang luar biasa.Allah maha kuasa …telah mempertemukan seorang anak dan ibu yang berpuluh puluh tahun menghilang.
Anak dan istrinya pun ikut menangis,sambil memeluk nenek itu dengan rasa penuh kerinduan sosok seorang nenek yang selama ini gadis itu dambakan.kini telah hadir di tengah-tengah keluarganya.
Ibu itupun hanya hidup sebatang kara,di sebuah rumah kumuh di perkampungan sudut kota.sehari – harinya berjualan gorengan di pinggir jalan,namun jika gorengan masih sisa,nenek itu menjualnya secara keliling.
Akhirnya nenek penjual gorengan bisa bertemu dengan anaknya.dan mereka hidup bahagia bersama anak dan cucunya.
“hal yang dapat kita petik dari cerita itu adalah Keajaiban pasti akan diperoleh pada orang-orang yang mau bersabar dan berusaha.seperti cerita di atas,meski sudah bertahun-tahun nenek tua bisa bertemu dengan anaknya dengan kesabaran dan doa yang tiada tara ”
Minggu, Desember 19, 2010
Fita sulistianingsih



Tidak ada komentar:
Posting Komentar